"sayang, aku nanti kerumah kamu"
"jam berapa?"
"jam 3 mungkin, aku mau pergi dulu.."
"iya, hati2 ya sayang"
Rafi, adalah cinta pertama ku, di sekolah pertamaku, hari2 selalu kami isi berdua, bersama. seakkan hanya ada aku dan dia di dunia ini. Dia berhasil menarik perhatianku saat dia menolongku, saat dia maju kedepan bersamaku, saat kami mengadah kelangit bersama... memuji indahnya pelangi .
Hari yang indah sempat terpisah 3 tahun, jarak yang bukan sebentar aku rasakan, kehilangan senyum dan tatap manis darinya, merindukan semua keindahan pelangi yang bersama kami lihat, aku merindukannya, dalam waktu selama itu, aku pergi dari hadapannya...
"Wina, sayanng..."
"iya ma.."
"kamu ini mau sekolah nggak?"
"iya mama..."
"jam enam tiga puluh. lewat pula !"
"hahhhh???"
Wina, itu aku, aku yang selalu menantikan hadirnya Raffi dihadapanku nanti, semoga aku masih bertemu dengannya, dengan senyum di wajahnya...
"haii.. ketemu lagi kita !!!" sapa seseorang didepanku.
"Delaa??" ujarku.
"Dela Nirmala Sari !" balasnya.
"hahahha.. yaya.. aku sudah lupa ejekanmu kepadaku" bisikku.
"umm, buntut Kuda!" ejek Dela
"enak aja ! aku puter di tiang mau?" pekik-ku
"hahahaa" sembari iringan tertawa Dela.
Cepat sekali, aku pikir aku akan lama sendiri, akan lama menantinya, menanti hangat cintanya, yang belum aku sampaikan ke padanya, ke dalam hatinya, kedasar cintanya...
"jam berapa?"
"jam 3 mungkin, aku mau pergi dulu.."
"iya, hati2 ya sayang"
Rafi, adalah cinta pertama ku, di sekolah pertamaku, hari2 selalu kami isi berdua, bersama. seakkan hanya ada aku dan dia di dunia ini. Dia berhasil menarik perhatianku saat dia menolongku, saat dia maju kedepan bersamaku, saat kami mengadah kelangit bersama... memuji indahnya pelangi .
Hari yang indah sempat terpisah 3 tahun, jarak yang bukan sebentar aku rasakan, kehilangan senyum dan tatap manis darinya, merindukan semua keindahan pelangi yang bersama kami lihat, aku merindukannya, dalam waktu selama itu, aku pergi dari hadapannya...
"Wina, sayanng..."
"iya ma.."
"kamu ini mau sekolah nggak?"
"iya mama..."
"jam enam tiga puluh. lewat pula !"
"hahhhh???"
Wina, itu aku, aku yang selalu menantikan hadirnya Raffi dihadapanku nanti, semoga aku masih bertemu dengannya, dengan senyum di wajahnya...
"haii.. ketemu lagi kita !!!" sapa seseorang didepanku.
"Delaa??" ujarku.
"Dela Nirmala Sari !" balasnya.
"hahahha.. yaya.. aku sudah lupa ejekanmu kepadaku" bisikku.
"umm, buntut Kuda!" ejek Dela
"enak aja ! aku puter di tiang mau?" pekik-ku
"hahahaa" sembari iringan tertawa Dela.
Cepat sekali, aku pikir aku akan lama sendiri, akan lama menantinya, menanti hangat cintanya, yang belum aku sampaikan ke padanya, ke dalam hatinya, kedasar cintanya...
"Hujan lagi Win.." kata Dela
"iya nih.. aku bosen, hujan ga ada yang nemenin" balasku.
"aku setan , gitu?" balas Dela
"ga tau deh, kuntilanak ga jauh beda, bo'! " bisikku
"WINAAA..!!" ujar Dela..
Dela, anak yang terlahir begitu mempesona, wajar saja kalau Dela adalah Queen of School, yah.. maklum saja, tinggi, pintar, putih, baik, setia kawan, hmm... perpaduan yang sempurna...
"Kelas berapa Wina?" ujar seseorang disebrang sana.
"hah? ga tau nihh.. " aku menoleh
"kamu siapa?" ujarku
"haha, ingatkah kamu denganku?" ujarnya
Aku belum begitu jelas mengenali wajah seseorang itu, sepertinya aku menenalnya? mungkin tidak, wajah itu begitu asing dengan kacamata dibaliknya, mukanya begitu jelas terlihat samar saat aku menyadari bahwa ada tatapn yang sama persis 3 tahun yang lalu.
Yang masih membeka di hati ku, siapa dirinya? aku pun belum tau..
"heiii.. tunggu" ujarnya kepada seseorang diluar pagar
"hheii,, kamu siapa???" ujarku padanya
Lari jauh dia, pergi dia... aku masih mengenali siapa dia.. satu hal. Darimana dia tahu namaku? sedang aku saja mengenakan baju olahraga SMPku...
"SMA ini menerima..................
Dan segala macam kepanjangan pidato guru itu. aku pusing mendengarnya.
"Wina, ini Rafi..." ujarnya
"RAFI?" samar ku menatapnya
"Smile with Rain.." semangat dia memberi tahuku..
Rafi... aku begitu merindukannya, aku begitu menyayanginya... dia, adalah seseorang yang selalu membuatku tersenyum, 3 tahun yang lalu, aku begitu mengenalnya. sekarang mungkin berubah, mungkin tidak! senyumnya, selalu menghiasi hujan-ku...
Cinta itu .. ada apa dengannya? begitu banyak yang membutuhkannya, begitu banyak orang yang terpedaya olehnya, aku jatuh cinta dengannya?
IYA ! itu jawabannku, bila dia meragukannya...
"kelasku kurang begitu bagus, anak2nya terlihat pendiam smua, Win" bilang Rafi
"sama, aku pikir juga, kalau kita satu kelas, mungkin kita nanti bakal sering masuk kantor guru, dimarahilah kita oleh pak kacamata riben itu" ujarku
"hahahhaa.. benar juga, Win" kata Rafi
_______________________
"Wina, kita jalan2 yuk..." ujar Rafi
"kemana Fi?" balasku
"Wina maunya kemana?" katanya
"umm... ke Taman itu saja, aku ingat waktu itu, saat kita kesana"
"haha.. oke, pulang ini?"
"iya deh..."
Papa memutuskan untuk mengajak kami sekeluarga pindah ke luar kota, sepi, sunyi, aku menjalani masa SMP ku dengan hal2 yang biasa2 saja. tidak bersemangat... aku selalu ingat Rafi, dia pasti selalu menyemangati aku, apalagi saat dia membawa donat buatan ibunya, ahh.. aku rindu sekali
Taman itu, kau tahu? taman itu hanya bunga, kursi, rumput, kotak sampah, dan... sebuah kolam. Jangan lupakan kolam yang menjadi pusat taman itu.
aku ingat saat SD dulu, bermain bersama, dekat dari sekolah, hanya 100 meter ke arah jajanan diluar pagar, aku sudah bisa duduk diatas hamparan taman bersamanya...
"Wina, aku sudah lama ingin memberi tahu sesuatu..." bisik Rafi pelan
"apa itu Fi?" ujarku menatapnya
"aku sudah lama menyukaimu" dia mulai memberikan senyumnya
"apa yang kau harapkan dari hanya sebuah SUKA?" lirikku
"akan timbul rasa yang lebih besar, yaitu cinta" dia berkata lagi
"apa Cinta Fi? sepertinya kau tahu banyak..." lirikanku kepadanya
"3 tahun belum bisa menghilangkan dirimu.." bibirnya mulai naik
"3 tahun aku juga merasakan hal yang sama" aku mulai datar.
Wina, ini kan yang kau harapkan? IYA !
Cintaku padanya, bukan hanya kata2...
"Sayang, jadi gimana?" kataku
"iya, kita pergi kesana nanti" ujar Rafi
"aku dijemput ya" aku mulai meliriknya
"iya, iya... aku tapi harus enjemput Ibu dulu ya" dia memegang tanganku
"oke! jam 3, lebih aku tutup pagarnya!" manjaku
"sekolah, yang?" senyum Rafi
"hahaha.. aku satpam dong?" aku melirik penuh senyum
_________________________
"Dela, aku hari ini akan pergi sama Rafi, kamu sendirian les gapapa dong..." kataku
"yayaya... sana... kapan lagi kau akan bersamanya..."
"Sayang, tunggu aku ya..." sms Rafi padaku
sepuluh menit kemudian, aku mendengar petir kencang sekali, gaduh, gemuruh...
seperti menyambar hatiku, tubuhku, dan perasaanku, rasanya aku seperti di bangunkan oleh tamparan yang selama ini menidurkanku panjang, lelap, dan tak terbangunkan..
"Win, Rafi di Rumah Sakit Win...."
"halo? ini siapa?"
"Dela, Win.. buruan kesini"
di perjalanan, debar jantungku makin kencang, seolah pertanda buruk, aku hanya berpikir positif, semoga Rafi sembuh, dan hanya luka-luka kecil..
aku masih berpikir, aku terus berisyarat dalam hati, aku tidak mau mengenang pahit lama itu, aku ditinggalkannya, dia hilang dariku, benakku, dan dia tidak pernah bertemu aku lagi..
__________________________
bersambung ...

























